Tudung Group | Garudafood | Suntory Garuda Beverage | Sinar Niaga Sejahtera

Tudung Group | Garudafood | Suntory Garuda Beverage | Sinar Niaga Sejahtera

Jadi Jutawan berkat Perabot Motif Stroberi



Sumber Berita VIVA.co.id

VIVA.co.id –  Hery Budianto sukses mencari peluang bisnis dengan mengolah limbah kayu sisa mebel menjadi barang yang  memiliki nilai jual tinggi.

Hery mengawali bisnisnya dengan modal nol rupiah pada 1992. Kebetulan limbah mebel didapat dari temannya sendiri yang memiliki bisnis  furniture. Begitu pun dengan alat dan karyawan, mulanya ia meminta pertolongan temannya dengan sistem bagi hasil.

"Dari limbah furniture dibuat produk apa yang cocok. Dua tahun kemudian kita punya ide membuat produk yang lain dari yang sudah ada," kata Hery saat ditemui dalam pameran Inacraft di JCC, Senayan, Jakarta, akhir pekan lalu.

Terinspirasi dari nama jalan tempat ia berjualan Jalan Gondosuli Nomor 4, Malang,
Jawa Timur, ia pun menamakan tokonya gs4 woodcraft.

Ia tercetus ide untuk membuat hal yang beda dari produsen lainnya yaitu membuat perabotan sederhana dengan desain stroberi.

"Setelah berjalan lebih dari lima tahun, diidentikkan produk kita stroberi. Kalau ada orang nyari motif apa, mesti di Malang. Jadi ciri khas itu yang kita pertahankan," kata Hery.

Hery menjelaskan, bentuk perabotan yang ia buat di antaranya tempat tisu, tempat pensil dan tempat pisau dapur. Produsen lain membuat dengan bentuk yang sama, hanya saja ia tambahkan desain stroberi.

"Saya kebetulan basic-nya arsitek. Semuanya sebetulnya sama produknya dengan produsen lain, cuma kita tambahkan desain stroberi dan tulip," kata Hery.

Ia menambahkan ide bentuk stroberi hanya untuk memberikan ciri khas. Melalui desain tersebut, nilai jual produknya bisa empat kali lipat dari produk yang sama dengan desain polos.

"Jadi baki kalau di pasar paling Rp20 ribu. Ini kita jual Rp125 ribu. Jadi teman-teman perajin kita dorong kalau membuat produk yang punya ciri khas," kata Hery.

Awalnya ia mempekerjakan dua hingga tiga orang. Kini ia sudah
mempekerjakan sekitar sepuluh orang. Terkadang kalau kelebihan orderan, ia menambah hingga empat orang pekerja lagi.

"Workshop ada di Malang. Belum buka cabang. Tapi mungkin karena banyak permintaan di Jakarta. Sekarang kan lebih mudah dengan online. Jadi di mana pun orang bisa pesan dan kirim," kata Hery.

Dalam mengembangkan target pasar, ia sengaja membuat akun untuk menjual produknya di semua media sosial mulai dari instagram, facebook, dan twitter. Menurutnya, penjualan melalui instagram sangat bagus.

"Kemarin ada customer berfoto dengan produk di sini, follower-nya banyak. Ditanya beli di mana. Jadi marketing online, instagram yang paling cepat. Karena orang kalau sudah senang stroberi, melihat itu kok unik," kata Hery.

Setahun setelah bisnisnya sukses, ia pun memisahkan diri dari temannya  pada 1993 dan merintis usahanya sendiri dari keuntungan yang ia dapat dari penjualan sebelumnya.

"Saat ini paling sedikit per bulan omzetnya Rp50 juta dengan pasar nasional. Beberapa ekspor ke Malaysia," kata Hery.
Share on Google Plus

About Juru Tulis

Menjadikan aktivitas Berdagang serta Berjualan sebagai profesi idaman masyarakat Indonesia. Bisnis bukan hanya Untung dan Rugi, namun lebih dari itu Bisnis adalah urusan Surga dan Neraka.
    Blogger Comment

0 comments:

Posting Komentar